TARAKAN, UPTD KPH Tarakan – Masih dalam upaya mengembangkan aspek ekonomis dan kelestarian lingkungan guna mewujudkan kesejahteraan masyarakat sekitar hutan, Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) Tarakan tak kendor ‘menjual’ potensi hutan lindung yang dikelola Kelompok Tani Hutan (KTH) di wilayah hutan lindung (HL) Kota Tarakan. Setelah mengunjungi KTH di wilayah Gunung Slipi, Kelurahan Kampung 1/Skip, pendamping KTH dari UPTD KPH Tarakan bersama Chief Data Officer (CDO) Pertamina Fuel Terminal (FT) Tarakan, Dora pada Kamis (29/12) sore melakukan anjangsana ke KTH Gunung Selatan Indah yang tergabung dalam Gabungan Kelompok Tani Hutan (Gapoktanhut) Lestari Gunung Selatan. Di KTH ini, tak berbeda dengan KTH lainnya dalam upaya pengelolaan atas wilayah kerjanya. Namun, mereka telah meng-upgrade kegiatan usahanya hingga mampu merealisasikan pembangunan situs Ekowisata Gunung Selatan Indah. Sesuai istilahnya, kawasan ekowisata ini menawarkan calon pengunjungnya akan keindahan alam yang masih hijau. Semua itu dapat terlihat dengan mudah karena letaknya yang berada di perbukitan. Memang belum sekelas ekowisata yang sudah mapan seperti di daerah Jawa atau lainnya. Namun, ekowisata satu ini memiliki chance besar untuk berkembang lebih jauh menjadi pelopor ekowisata yang maju di wilayah Kalimantan Utara (Kaltara) nantinya. Menopang semua hal tersebut, sesuai hasil diskusi singkat antara pengurus KTH sekaligus pengelola ekowisata dengan Pertamina FT Tarakan, direncanakan akan dilakukan pengembangan usaha tersebut melalui program corporate social responsibility (CSR) perusahaan pelat merah tersebut. Sebagai pengetahuan, Ekowisata Gunung Selatan Indah juga menyuguhkan sejumlah fitur menarik untuk pengunjungnya melepas dahaga. Adalah Prop Drink yang diandalkan pengelolanya untuk tujuan tersebut. Prop Drink sendiri, adalah minuman yang berasal dari ekstrak propolis Madu Kelulut. Setidaknya untuk saat ini, ada tiga varian rasa yang dapat dinikmati. Yakni, Green Tea, Coklat dan Original.(*/SRMH)